Kamis, 23 Januari 2014

FF HaeSica
love and sacrifice Chapter 2


Title              : Love and Sacrifice chapter 2
Author          : Indah_Gorjess
Gentre          : Romance, sad.
Lenght          : Chapter
Cast             : - Lee donghae
  -Jessica jung
  -Im yoon ah
  - seohyun
  - Cho Kyuhyun


Donghae memejamkan matanya perlahan, ia tak bisa tidur malam ini. Pikirannya terbang entah kemana. Donghae terus saja memikirkan gadis buta yang bernama Jessica, Donghae benar-benar penasaran dengannya. Donghae sangat tertarik kepada gadis buta yang ditemuinya di taman itu.
“Gadis ini benar-benar membuatku gila, apa yang membuatku bisa tertarik dengan gadis dingin sepertinya ya?” Donghae bertanya-tanya dalam hatinya.
Donghae hanya senyum-senyum sendiri ketika teringat kejadian tadi siang, saat ia menarik tangan Jessica. Ia selalu teringat ekspresi wajah gadis itu, yang merasa ketakutan ditarik olehnya. Menurut Donghae wajah Jessica benar-benar menggemaskan.
“Oppa, sedang apa senyum-senyum sendiri seperti orang gila” Yoona heran melihat kakaknya yang sedari tadi asik melamun sendiri.
          Donghae terkejut melihat adiknya sudah berdiri di pintu kamarnya dengan wajah yang keheranan. Donghae hanya menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.
          “Oppa tidak apa-apa yoongie” Donghae berdiri menghampiri adiknya itu, dan langsung mengacak-acak rambut adiknya dengan lembut.
          “Sepertinya oppa sedang jatuh cinta, siapa nama gadis yang oppa cintai itu?” Yoona menebak apa yang telah Donghae rasakan.
          “kau ini, oppa tidak sedang memikirkan apapun adikku yang manis” Donghae mencubit gemas pipi yoona hingga sedkit memerah.
Donghae sangat menyayangi adik satu-satunya ini, karena hanya yoona yang donghae punya. Orang tua Donghae telah meniggal semenjak Donghae duduk di bangku SMA.
“Ya sudah kalau begitu, mari oppa kita pergi ke mall” Yoona mengajak Donghae berbelanja, Yoona memang tipe gadis yang senang menghambur-hamburkan uang untuk kesenangannya sendiri. Donghae selalu menuruti kemauan adiknya yang sangat hoby belanja itu.
“Kau ingin membeli apa lagi sih?” Donghae bertanya kepada adiknya ini, karena baru kemaren yoona berbelanja berbagai barang mahal seperti sepatu merek terkenal, tas yang paling mahal, hingga alat make-up yang beraneka ragam.
“Kali ini aku tidak ingin berbelanja oppa, aku hanya ingin jalan berdua dengan oppa, aku bosan di rumah” Yoona memelas kepada kakaknya, karena cara inilah yang mempu meluluhkan hati Donghae.
“Baiklah, akan oppa temani” Donghae memberikan senyuman malaikatnya.
          Mereka pun segera pergi ke mall yang tidak terlalu jauh dari rumah. Donghae dan adiknya memasuki restaurant yang letaknya ada di dalam mall.
          Saat Donghae sedang memperhatikan keadaan sekeliling restaurant, mata indahnya menangkap sosok yang sedari tadi dipikirkannya. Dia melihat Jessica sedang duduk bersama seorang gadis yang terlihat lebih muda dari jessia. Ia berniat menghampiri Jessica tetapi niatnya segera ia urungkan mengingat Yoona berada disampingnya saat ini.
          “Oppa ingin pesan apa?” Yoona sibuk membolak-balik buku menu yang ada ditangannya.
          “Terserah kau saja” Donghae masih asik dengan kegiatannya memandangi Jessica yang sedang melahap makanannya. Ia begitu tertarik dengan segala yang dilakukan gadis itu.
          “Apa oppa sedang memperhatikan gadis buta yang ada disana?” Yoona heran melihat kakaknya yang sedari tadi memandang Jessica tanpa berkedip.
          “ahhh, aniyo, oppa tidak memperhatikannya” Donghae berusaha mengelak dengan apa yang dikatakan adiknya itu.
          “Dia itu Jessica, dia gadis buta yang pernah aku temui saat aku sedang berada di jalanan dekat taman” Yoona menceritakan awal pertemuannya dengan Jessica,
          “apakah dunia ini begitu sempit, sampai-sampai adikku mengenal gadis itu” Donghae bergumam di dalam hati.
          “Kenapa oppa sekarang malah diam” Yoona heran melihat sikap kakaknya yang tak seperti biasaanya.
          “oppa tidak apa-apa, sebaiknya kita cepat habiskan makanan ini” Donghae segera melahap makanan yang telah ada di mejanya dari tadi.

***
          “Anyeong, kita bertemu lagi disini” Yoona menyapa Jessica yang lewat dihadapannya.
Jessica merasa ada yang memanggil namanya. Suara yang memanggil namanya tidak asing terdengar ditelinganya. Jessica masih mnegingat suara itu.
“iya, kamu yoona kan” Jessica memastikan, kalau gadis yang memanggilanya adalah Yoona.
“iya, ini aku, senang sekali  bisa bertemu disini, aku juga membawa oppa ku, perkenalkan, namanya Lee Donghae” Yoona memperkenalkan kakaknya kepada Jessica.
“Lee Donghae?” Jessica masih tidak percaya dengan nama yang ia dengar barusan.
“Iya sica, aku Donghae, maaf karena kejadian tadi siang ya” Donghae meminta maaf kepada gadis didepannya, yang membuat bingung yoona.
“Jadi kalian sudah saling kenal, kenapa oppa tidak pernah menceritakannya padaku?” Yoona memandang heran ke arah Donghae dan Jessica.
“ahh, iya yoona, oppa dan Jessica bertemu di taman kemarin” Donghae segera menjelaskan kepada adiknya itu agar tidak ada kesalahpahaman.
“Kalau begitu aku pergi dulu ya, Adikku sudah menungguku di luar” Jessica segera berlalu meninggalkan kakak beradik itu.
***
Malam yang sangat indah yang bertabur bintang dan bulan, sayang Jessica tidak bisa melihat semua keindahan ini, semenjak kecelakaan yang terjadi 2 tahun yang lalu. Ia menjadi korban tabrak lari. Kejadian itu merenggut penglihatannya.
Sampai saat ini Jessica masih dendam kepada penabrak yang telah melarikan diri sesaat setelah kejadian itu. Ia bersumpah tidak akan memaafkan orang yang telah membuatnya menjadi gadis cacat. Pendidikan Jessica juga menjadi bertantakan akibat kecelakaan itu, Ia berhenti kuliah dan memilih belajar privat di rumahnya.

***
Donghae berjalan di lorong kampusnya, sesekali ia bersenandung ria. Suasana hati Donghae saat ini memang sedang senang, karena hatinya sedang diliputi rasa cinta kepada seseorang.
Sekarang Donghae sadar bahwa dia telah mencintai seorang gadis yang membuatnya selalu tertarik dan penasaran, yaitu Jessica. Gadis buta yang selalu ada di dalam pikirannya, entah apa yang membuat ia jatuh cinta kepada seorang gadis buta seperti Jessica, tapi itulah yang dinamakan cinta, tidak memandang apapun. Kalau hati sudah berbicara, logika seperti tidak dihiraukan.
Seorang namja yang tampan dan kaya raya seperti Donghae telah jatuh cinta kepada seorang gadis. Ini baru pertama kalinya Donghae merasakan jenis perasaan ini, karena sebelumnya Donghae sama sekali tidak tertarik kepada gadis manapun.
“Aku harus menemuinya hari ini, harussss” Donghae ingin sekali bertemu dengan Jessica, walaupun ia tau kalau Jessica tidak menyukai kehadirannya. Donghae sadar cara perkenalannya dengan Jessica memang sangat buruk. Ia telah memberikan kesan pertama yang jelek kepada Jessica.
“ahhh iya, aku ingat, hari ini sica akan les vocal. Aku harus menemuinya disana” Donghae sudah bertekad untuk mendekati Jessica.
***
Donghae sudah berada tepat di pintu masuk tempat les vokal Jessica. Matanya melihat ke sekeliling untuk mencari gadis buta yang dicintainya itu. Selama lebih dari setengah jam akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga, Jessica turun dari mobil mewahnya dengan tongkat ditangannya. Donghae memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan gadis itu. Donghae mulai memberanikan diri menyapa Jessica.
“Hai, bagaimana kabarmu” Donghae merasa sangat gugup ketika berhadapan dengan gadis yang ia sukai.
“kabar ku baik” Jessica menjawab dengan tatapan dingin, karena dia sudah hafal dengan suara namja yang sering mengganggunya.
“Aku hanya ingin kita berteman, apa salah?” Donghae sedikit kecewa dengan sikap Jessica yang selalu dingin kepadanya.
“Aku hanya tidak ingin diganggu” Jessica segera pergi meninggalkan Donghae yang sedang berusaha mendekati dirinya.
Donghae bingung harus dengan cara apalagi agar gadis itu mau menerimanya menjadi teman dekat. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan seseorang yang ia sayangi. Entah apa yang membuat Donghae merasa sayang dan ingin selalu menjaga gadis bernama lengkap Jessica jung sooyeon itu. Padahal ia sama sekali belum mengenal pribadi dari gadis itu.
***
Jessica pulang les sekitar pukul 10.00 malam. Dia pulang sendirian karena supir yang biasa antar jemput dia, sedang sakit. Jessica terpaksa pulang sendiri melewati jalanan sepi dipinggrir kota.
Perasaan Jessica mulai tidak enak saat mendengar langkah yang mengikutinya dari belakang. Ia benar-benar merasa sangat takut. Tiba-tiba orang dibelakangnya menarik paksa dirinya dan mulai membekap mulutnya dengan sebuah sapu tangan.
Kebetulan Donghae melewati jalan yang sama dengan Jessica. Ia melihat gadis itu sedang di bekap oleh seorang laki-laki yang bertopeng. Dengan sigap Donghae mengambil papan kayu untuk menghajar orang jahat tersebut. Benar saja, dengan sekali pukulan orang jahat itu terkapar ke tanah.
Jessica terkulai lemas setelah terlepas dari penjahat itu. Donghe membantu Jessica untuk berdiri dan mengantarnya pulang. Donghae tidak membawa kendaraan saat itu, jadi terpaksa mereka harus pulang jalan kaki. Rumah mereka memang tidak terlalu jauh. Sepanjang jalan Donghae terus memperhatikan Jessica. Ia melihat ada ketakutan di wajah gadis itu.
Langit mulai menjatuhkan bulir-bulir air dalam jumlah yang banyak. Hujan turun dengan derasnya. Mereka segera berlari menuju ke tempat untuk berteduh. Mereka dalam keadaan basah kuyup. Jessica benar-benar merasa kedinginan, tulang-tulangnya seakan bergetar. Bibir dan kukunya sudah mulai membiru. Donghae tidak tega melihat keadaan gadis itu. Donghae mulai merengkuh tubuh mungil Jessica ke dalam pelukannya. Ia merasakan tubuh Jessica bergetar hebat. Ia mempererat pelukannya.
Jessica merasakan kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Darah di dalam tubuhnya seakan berdesir hebat. Jessica merasa begitu nyaman didalam pelukan Donghae. Ia merasakan tangan Donghae mulai Mengangkat wajahnya. Ia bingung harus bagaimana lagi, ia seperti sudh terikat dengan laki-laki itu. Jessica merasakan sesuatu menyentuh bibir pucatnya.
Jessica tidak bisa menolak atau melawan tindakan Donghae, Ia justru semakin terhanyut dalam ciuman mereka. Harus diakui ini adalah pertama kalinya Jessica berciuman. Ini adalah ciuman pertamanya.
Donghae mulai melepaskan tautan bibirnya. Hujan mulai berhenti dan ia harus mengantarkan Jessica pulang ke rumah.
“Aku akan mengantarmu pulang” Donghae menggandeng Jessica dan mulai menelusuri jalan.
Tak ada kata-kata yang mampu diucapkan Jessica, ia membisu setelah ciumannya tadi.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar