FF
HaeSica
love and sacrifice Chapter 2
Title : Love and Sacrifice chapter 2
Author : Indah_Gorjess
Gentre : Romance, sad.
Lenght : Chapter
Cast : - Lee donghae
-Jessica jung
-Im yoon ah
- seohyun
- Cho Kyuhyun
Donghae memejamkan matanya perlahan, ia tak bisa tidur malam
ini. Pikirannya terbang entah kemana. Donghae terus saja memikirkan gadis buta
yang bernama Jessica, Donghae benar-benar penasaran dengannya. Donghae sangat
tertarik kepada gadis buta yang ditemuinya di taman itu.
“Gadis ini benar-benar membuatku gila, apa yang membuatku bisa
tertarik dengan gadis dingin sepertinya ya?” Donghae bertanya-tanya dalam
hatinya.
Donghae hanya senyum-senyum sendiri ketika teringat kejadian
tadi siang, saat ia menarik tangan Jessica. Ia selalu teringat ekspresi wajah
gadis itu, yang merasa ketakutan ditarik olehnya. Menurut Donghae wajah Jessica
benar-benar menggemaskan.
“Oppa, sedang apa senyum-senyum sendiri seperti orang gila”
Yoona heran melihat kakaknya yang sedari tadi asik melamun sendiri.
Donghae terkejut melihat adiknya sudah
berdiri di pintu kamarnya dengan wajah yang keheranan. Donghae hanya
menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.
“Oppa tidak apa-apa yoongie” Donghae
berdiri menghampiri adiknya itu, dan langsung mengacak-acak rambut adiknya
dengan lembut.
“Sepertinya oppa sedang jatuh cinta,
siapa nama gadis yang oppa cintai itu?” Yoona menebak apa yang telah Donghae
rasakan.
“kau ini, oppa tidak sedang memikirkan
apapun adikku yang manis” Donghae mencubit gemas pipi yoona hingga sedkit
memerah.
Donghae sangat menyayangi adik satu-satunya ini, karena hanya
yoona yang donghae punya. Orang tua Donghae telah meniggal semenjak Donghae
duduk di bangku SMA.
“Ya sudah kalau begitu, mari oppa kita pergi ke mall” Yoona
mengajak Donghae berbelanja, Yoona memang tipe gadis yang senang
menghambur-hamburkan uang untuk kesenangannya sendiri. Donghae selalu menuruti
kemauan adiknya yang sangat hoby belanja itu.
“Kau ingin membeli apa lagi sih?” Donghae bertanya kepada
adiknya ini, karena baru kemaren yoona berbelanja berbagai barang mahal seperti
sepatu merek terkenal, tas yang paling mahal, hingga alat make-up yang beraneka
ragam.
“Kali ini aku tidak ingin berbelanja oppa, aku hanya ingin jalan
berdua dengan oppa, aku bosan di rumah” Yoona memelas kepada kakaknya, karena
cara inilah yang mempu meluluhkan hati Donghae.
“Baiklah, akan oppa temani” Donghae memberikan senyuman
malaikatnya.
Mereka pun segera pergi ke mall yang
tidak terlalu jauh dari rumah. Donghae dan adiknya memasuki restaurant yang
letaknya ada di dalam mall.
Saat Donghae sedang memperhatikan
keadaan sekeliling restaurant, mata indahnya menangkap sosok yang sedari tadi
dipikirkannya. Dia melihat Jessica sedang duduk bersama seorang gadis yang terlihat
lebih muda dari jessia. Ia berniat menghampiri Jessica tetapi niatnya segera ia
urungkan mengingat Yoona berada disampingnya saat ini.
“Oppa ingin pesan apa?” Yoona sibuk
membolak-balik buku menu yang ada ditangannya.
“Terserah kau saja” Donghae masih asik
dengan kegiatannya memandangi Jessica yang sedang melahap makanannya. Ia begitu
tertarik dengan segala yang dilakukan gadis itu.
“Apa oppa sedang memperhatikan gadis
buta yang ada disana?” Yoona heran melihat kakaknya yang sedari tadi memandang
Jessica tanpa berkedip.
“ahhh, aniyo, oppa tidak
memperhatikannya” Donghae berusaha mengelak dengan apa yang dikatakan adiknya
itu.
“Dia itu Jessica, dia gadis buta yang
pernah aku temui saat aku sedang berada di jalanan dekat taman” Yoona
menceritakan awal pertemuannya dengan Jessica,
“apakah dunia ini begitu sempit,
sampai-sampai adikku mengenal gadis itu” Donghae bergumam di dalam hati.
“Kenapa oppa sekarang malah diam”
Yoona heran melihat sikap kakaknya yang tak seperti biasaanya.
“oppa tidak apa-apa, sebaiknya kita
cepat habiskan makanan ini” Donghae segera melahap makanan yang telah ada di
mejanya dari tadi.
***
“Anyeong, kita bertemu lagi disini” Yoona menyapa Jessica
yang lewat dihadapannya.
Jessica
merasa ada yang memanggil namanya. Suara yang memanggil namanya tidak asing
terdengar ditelinganya. Jessica masih mnegingat suara itu.
“iya,
kamu yoona kan” Jessica memastikan, kalau gadis yang memanggilanya adalah
Yoona.
“iya,
ini aku, senang sekali bisa bertemu
disini, aku juga membawa oppa ku, perkenalkan, namanya Lee Donghae” Yoona
memperkenalkan kakaknya kepada Jessica.
“Lee
Donghae?” Jessica masih tidak percaya dengan nama yang ia dengar barusan.
“Iya
sica, aku Donghae, maaf karena kejadian tadi siang ya” Donghae meminta maaf
kepada gadis didepannya, yang membuat bingung yoona.
“Jadi
kalian sudah saling kenal, kenapa oppa tidak pernah menceritakannya padaku?”
Yoona memandang heran ke arah Donghae dan Jessica.
“ahh,
iya yoona, oppa dan Jessica bertemu di taman kemarin” Donghae segera menjelaskan
kepada adiknya itu agar tidak ada kesalahpahaman.
“Kalau
begitu aku pergi dulu ya, Adikku sudah menungguku di luar” Jessica segera
berlalu meninggalkan kakak beradik itu.
***
Malam
yang sangat indah yang bertabur bintang dan bulan, sayang Jessica tidak bisa
melihat semua keindahan ini, semenjak kecelakaan yang terjadi 2 tahun yang
lalu. Ia menjadi korban tabrak lari. Kejadian itu merenggut penglihatannya.
Sampai
saat ini Jessica masih dendam kepada penabrak yang telah melarikan diri sesaat
setelah kejadian itu. Ia bersumpah tidak akan memaafkan orang yang telah
membuatnya menjadi gadis cacat. Pendidikan Jessica juga menjadi bertantakan
akibat kecelakaan itu, Ia berhenti kuliah dan memilih belajar privat di
rumahnya.
***
Donghae
berjalan di lorong kampusnya, sesekali ia bersenandung ria. Suasana hati
Donghae saat ini memang sedang senang, karena hatinya sedang diliputi rasa
cinta kepada seseorang.
Sekarang
Donghae sadar bahwa dia telah mencintai seorang gadis yang membuatnya selalu
tertarik dan penasaran, yaitu Jessica. Gadis buta yang selalu ada di dalam
pikirannya, entah apa yang membuat ia jatuh cinta kepada seorang gadis buta
seperti Jessica, tapi itulah yang dinamakan cinta, tidak memandang apapun.
Kalau hati sudah berbicara, logika seperti tidak dihiraukan.
Seorang
namja yang tampan dan kaya raya seperti Donghae telah jatuh cinta kepada
seorang gadis. Ini baru pertama kalinya Donghae merasakan jenis perasaan ini,
karena sebelumnya Donghae sama sekali tidak tertarik kepada gadis manapun.
“Aku
harus menemuinya hari ini, harussss” Donghae ingin sekali bertemu dengan
Jessica, walaupun ia tau kalau Jessica tidak menyukai kehadirannya. Donghae
sadar cara perkenalannya dengan Jessica memang sangat buruk. Ia telah
memberikan kesan pertama yang jelek kepada Jessica.
“ahhh
iya, aku ingat, hari ini sica akan les vocal. Aku harus menemuinya disana”
Donghae sudah bertekad untuk mendekati Jessica.
***
Donghae
sudah berada tepat di pintu masuk tempat les vokal Jessica. Matanya melihat ke
sekeliling untuk mencari gadis buta yang dicintainya itu. Selama lebih dari
setengah jam akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga, Jessica turun
dari mobil mewahnya dengan tongkat ditangannya. Donghae memperhatikan setiap
gerak-gerik yang dilakukan gadis itu. Donghae mulai memberanikan diri menyapa
Jessica.
“Hai,
bagaimana kabarmu” Donghae merasa sangat gugup ketika berhadapan dengan gadis
yang ia sukai.
“kabar
ku baik” Jessica menjawab dengan tatapan dingin, karena dia sudah hafal dengan
suara namja yang sering mengganggunya.
“Aku
hanya ingin kita berteman, apa salah?” Donghae sedikit kecewa dengan sikap
Jessica yang selalu dingin kepadanya.
“Aku
hanya tidak ingin diganggu” Jessica segera pergi meninggalkan Donghae yang
sedang berusaha mendekati dirinya.
Donghae
bingung harus dengan cara apalagi agar gadis itu mau menerimanya menjadi teman
dekat. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan seseorang yang ia sayangi. Entah
apa yang membuat Donghae merasa sayang dan ingin selalu menjaga gadis bernama
lengkap Jessica jung sooyeon itu. Padahal ia sama sekali belum mengenal pribadi
dari gadis itu.
***
Jessica
pulang les sekitar pukul 10.00 malam. Dia pulang sendirian karena supir yang
biasa antar jemput dia, sedang sakit. Jessica terpaksa pulang sendiri melewati
jalanan sepi dipinggrir kota.
Perasaan
Jessica mulai tidak enak saat mendengar langkah yang mengikutinya dari
belakang. Ia benar-benar merasa sangat takut. Tiba-tiba orang dibelakangnya
menarik paksa dirinya dan mulai membekap mulutnya dengan sebuah sapu tangan.
Kebetulan
Donghae melewati jalan yang sama dengan Jessica. Ia melihat gadis itu sedang di
bekap oleh seorang laki-laki yang bertopeng. Dengan sigap Donghae mengambil
papan kayu untuk menghajar orang jahat tersebut. Benar saja, dengan sekali
pukulan orang jahat itu terkapar ke tanah.
Jessica
terkulai lemas setelah terlepas dari penjahat itu. Donghe membantu Jessica
untuk berdiri dan mengantarnya pulang. Donghae tidak membawa kendaraan saat
itu, jadi terpaksa mereka harus pulang jalan kaki. Rumah mereka memang tidak
terlalu jauh. Sepanjang jalan Donghae terus memperhatikan Jessica. Ia melihat
ada ketakutan di wajah gadis itu.
Langit
mulai menjatuhkan bulir-bulir air dalam jumlah yang banyak. Hujan turun dengan
derasnya. Mereka segera berlari menuju ke tempat untuk berteduh. Mereka dalam
keadaan basah kuyup. Jessica benar-benar merasa kedinginan, tulang-tulangnya
seakan bergetar. Bibir dan kukunya sudah mulai membiru. Donghae tidak tega
melihat keadaan gadis itu. Donghae mulai merengkuh tubuh mungil Jessica ke
dalam pelukannya. Ia merasakan tubuh Jessica bergetar hebat. Ia mempererat
pelukannya.
Jessica
merasakan kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Darah di dalam
tubuhnya seakan berdesir hebat. Jessica merasa begitu nyaman didalam pelukan
Donghae. Ia merasakan tangan Donghae mulai Mengangkat wajahnya. Ia bingung
harus bagaimana lagi, ia seperti sudh terikat dengan laki-laki itu. Jessica
merasakan sesuatu menyentuh bibir pucatnya.
Jessica
tidak bisa menolak atau melawan tindakan Donghae, Ia justru semakin terhanyut
dalam ciuman mereka. Harus diakui ini adalah pertama kalinya Jessica berciuman.
Ini adalah ciuman pertamanya.
Donghae
mulai melepaskan tautan bibirnya. Hujan mulai berhenti dan ia harus
mengantarkan Jessica pulang ke rumah.
“Aku
akan mengantarmu pulang” Donghae menggandeng Jessica dan mulai menelusuri
jalan.
Tak
ada kata-kata yang mampu diucapkan Jessica, ia membisu setelah ciumannya tadi.
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar